Yayasan nirlaba yang berakar di kampung Sitanala
Yayasan Agape Hijau Abadi berbentuk badan hukum Yayasan menurut hukum Republik Indonesia — bukan perusahaan, bukan organisasi berorientasi keuntungan.
Evergreen Love adalah nama Yayasan Agape Hijau Abadi dalam bahasa Inggris — “Agape” berarti cinta kasih (love), “Hijau Abadi” berarti selalu hijau (evergreen). Karena itu, situs resmi yayasan beralamat di evergreenlove.id.
Visi
Terwujudnya masyarakat kampung Sitanala yang sehat, terdidik, dan hidup dalam martabat yang setara — bebas dari stigma yang selama ini melekat pada OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta) dan keluarganya.
Visi ini diterjemahkan menjadi tiga bidang kegiatan yayasan sesuai Pasal 2 Akta Pendirian: sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
Misi
- Menyelenggarakan pendidikan dan pendampingan bagi anak-anak di lingkungan yayasan.
- Menyelenggarakan bakti sosial serta pelayanan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.
- Memberikan bantuan kepada warga tidak mampu dan korban bencana alam.
- Memperkuat kehidupan komunitas dan mendampingi keluarga yang menghadapi kesulitan.
Nilai-nilai kami
Kasih yang diberikan tanpa syarat dan tanpa membeda-bedakan penerimanya.
Setiap warga dilayani sebagai pribadi yang setara, bukan sebagai objek belas kasihan.
Pelayanan dijalankan di dalam kampung secara terus-menerus, bukan kunjungan sesaat.
Identitas hukum, pengurus, dan penggunaan dana dilaporkan secara terbuka.
Sejarah
Kampung Sitanala di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, tumbuh di sekitar rumah sakit kusta Sitanala. Selama beberapa generasi, OYPMK dan keluarga mereka menetap di lingkungan RW 013 dan menghadapi stigma sosial yang membatasi akses mereka pada pendidikan, pekerjaan, dan layanan kesehatan umum. Kampung ini kini dihuni sekitar 1.400 keluarga dengan jumlah warga sekitar 4.500 orang — seluruh wilayah pelayanan yayasan berada di dalam lingkungan tersebut.
Rumah sakit kusta Sitanala didirikan pada 28 Juli 1951. Sampai tahun 1980 pemerintah menempatkan OYPMK di lingkungan RW 013, sehingga terbentuk lima kampung (RT 001 sampai RT 005) yang masih dihuni hingga sekarang. Indonesia sendiri termasuk negara dengan jumlah kasus kusta terbanyak ketiga di dunia. Setelah pemerintah menyatakan kusta telah tertangani, perhatian terhadap warga di lingkungan ini jauh berkurang — dan di sinilah yayasan bekerja.
Pelayanan di komunitas Sitanala dimulai sejak 2017, bersama komunitas pendukung dari Korea. Untuk melanjutkan dan memperluas pelayanan tersebut agar dapat berjalan secara resmi, berkelanjutan, dan dapat dipertanggungjawabkan, Yayasan Agape Hijau Abadi didirikan secara resmi pada 30 Juni 2021 dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI.
Pendirian tersebut dilakukan melalui Akta Pendirian Nomor 05 di hadapan Notaris DR. Diana Ria Winanti Napitupulu, S.H., M.H., M.Kn., M.Sc. di Kota Tangerang Selatan. Nama pendiri tercatat: Milton Hasibuan, S.H., M.H.
Susunan organ yayasan (Pembina, Pengurus, Pengawas) dan seluruh nomor registrasi resmi tercantum pada halaman Legalitas & Transparansi.