Program yang sedang berjalan
Seluruh program dijalankan di dalam kampung Sitanala, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang — permukiman penyintas kusta dan keluarganya yang dihuni sekitar 1.400 keluarga atau 4.500 warga, dan tempat kantor yayasan berada. Ketiga program berikut merupakan penjabaran maksud dan tujuan yayasan pada Pasal 2 Akta Pendirian: bidang sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
Edu Center — Bimbingan Belajar dan Perpustakaan
Tujuan dan latar belakang
Anak-anak yang tumbuh di kampung Sitanala menghadapi hambatan belajar yang berlapis: keterbatasan ekonomi keluarga, ruang belajar yang sempit di rumah, dan stigma lingkungan yang masih melekat pada kampung penyintas kusta. Program ini bertujuan memastikan anak-anak tersebut tetap mengikuti pendidikan dasar dan memperoleh pendampingan belajar yang tidak mereka dapatkan di rumah.
Yayasan mengelola Edu Center Agape Hijau Abadi di lingkungan RW 013 Sitanala sebagai tempat bimbingan belajar sekaligus perpustakaan anak. Mata pelajaran yang diajarkan meliputi calistung (membaca, menulis, berhitung), matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Korea, dan komputer. Di luar jam pelajaran, tersedia kegiatan ekstrakurikuler berupa piano, gitar, drum, vokal, sepak bola, dan taekwondo.
Anak-anak datang secara rutin untuk mengikuti kelas, mengerjakan tugas sekolah dengan pendampingan pengajar, dan membaca di ruang perpustakaan. Relawan dari komunitas pendukung di Korea secara berkala ikut memandu kegiatan belajar, kerajinan tangan, dan bermain bersama anak-anak.
Edu Center juga menyediakan kelas komputer dengan perangkat laptop untuk pelajar tingkat lanjut, dan menerima kunjungan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dari perguruan tinggi — antara lain mahasiswa STT Wesley Jakarta pada 19 April 2024. Program ini merupakan pelaksanaan kegiatan bidang sosial sebagaimana tercantum dalam Akta Pendirian: menyelenggarakan pendidikan serta memberikan bantuan pendidikan kepada anak-anak di lingkungan yayasan.
Peduli Kasih — Pengobatan Gratis dan Bantuan Warga
Tujuan dan latar belakang
Kampung Sitanala terbentuk di sekitar rumah sakit kusta Sitanala dan kini dihuni sekitar 1.400 keluarga — kurang lebih 4.500 warga — termasuk penyintas kusta beserta anak dan cucu mereka. Sebagian warga lanjut usia mengalami keterbatasan fisik permanen akibat penyakit tersebut, sehingga sulit bekerja dan bergantung pada bantuan keluarga atau tetangga. Stigma yang masih melekat pada nama kampung juga membuat sebagian warga enggan mencari layanan kesehatan di luar lingkungannya.
Program ini bertujuan meringankan beban kebutuhan dasar keluarga yang paling rentan dan mendekatkan layanan kesehatan — termasuk perawatan luka kusta — kepada warga di dalam kampung mereka sendiri.
Kegiatan utama program ini adalah Peduli Kasih — Pengobatan Gratis, layanan kesehatan cuma-cuma yang diselenggarakan di lingkungan RW 013 Sitanala bersama mitra pelayanan 하늘이음교회 (Haneulieum Church) dari Korea. Layanan yang disediakan mencakup perawatan luka kusta, pengobatan umum, pengobatan gigi, dan pangkas rambut. Pelaksanaan terakhir yang terdokumentasi berlangsung pada 28 Maret 2026.
Warga mendaftar di meja pendataan, kemudian diperiksa oleh tenaga kesehatan yang bertugas, dan menerima obat yang telah disiapkan relawan di lokasi. Di luar hari pelayanan, yayasan menyalurkan kebutuhan pokok kepada keluarga tidak mampu serta mendampingi warga lanjut usia dan penyandang keterbatasan fisik — banyak di antaranya penyintas kusta yang tinggal di lingkungan yang sama.
Sebagai gambaran skala pelayanan, pada satu hari pelaksanaan (25 Mei 2024) tercatat 130 warga menerima pengobatan umum, 61 warga perawatan luka, 24 warga pengobatan gigi, dan 33 warga layanan pangkas rambut. Di luar Sitanala, yayasan juga menjalankan kegiatan pelayanan bersama komunitas Evergreen di Lampung Selatan pada 15–17 Oktober 2024 — bazar warga, pelayanan anak, pengecatan rumah warga, dan kunjungan ke Rumah Anak Harapan.
Pembinaan Rohani dan Komunitas
Tujuan dan latar belakang
Stigma yang panjang membuat sebagian warga kampung Sitanala menarik diri dari kehidupan sosial di luar kampung. Program ini bertujuan menumbuhkan kembali rasa kebersamaan dan harga diri warga melalui pertemuan komunitas yang teratur dan pembinaan rohani yang terbuka bagi semua anggota keluarga.
Kegiatan mencakup pembinaan rohani bagi anak-anak dan orang dewasa, pertemuan komunitas warga, serta pendampingan pribadi bagi keluarga yang menghadapi kesulitan. Kegiatan bagi anak-anak digabungkan dengan program pendidikan, sehingga anak-anak yang datang untuk belajar juga menerima pembinaan karakter dan nilai.
Yayasan juga menerima kunjungan tim relawan pemuda dari Korea yang menjalankan kegiatan bersama warga selama beberapa hari — pelayanan kesehatan, kerajinan tangan dan permainan, serta kegiatan seni dan mengecat ruang kegiatan. Anak-anak Sitanala menyambut tim tersebut dengan pertunjukan tari tradisional yang mereka latih di Edu Center.
Program ini melaksanakan kegiatan bidang keagamaan pada Akta Pendirian: mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan dan meningkatkan pemahaman keagamaan warga. Keikutsertaan bersifat sukarela dan tidak menjadi syarat untuk menerima bantuan atau layanan pendidikan dari yayasan.
Ingin melihat dokumentasi kegiatan di lapangan?
Kegiatan & galeri →